JALAN TOL PRAKARSA : Wira Nusantara Ajukan Ruas Cikarang—Ciranjang

1 year ago
Last Update: 9 months ago

JAKARTA — Badan Pengatur Jalan Tol mengungkapkan bahwa PT Wira Nusantara Bumi memprakarsai pembangunan jalan tol Cikarang—Ciranjang sehingga menambah panjang daftar jalan tol yang akan dikembangkan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan bahwa berdasarkan data yang diterima instansinya terdapat satu usulan baru ruas tol prakarsa yakni ruas tol Cikarang—Ciranjang oleh PT Wira Nusantara Bumi.

"Cikarang—Ciranjang proses evaluasi kelayakan dokumen dan finansial," ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Selain memprakarsai proyek jalan tol Cikarang—Ciranjang, PT Wira Nusantara Bumi bersama dengan PT Jasa Marga Tbk. Terlebih dulu sudan mengajukan pembangunan jalan tol prakarsa Jakarta–Cikampek II Sisi Selatan.

Mereka telah menyampaikan kelengkapan dokumen prastudi kelayakan dan studi kelayakan.

Secara keseluruhan, dengan tambahan ruas prakarsa tersebut, hingga kini terdapat 39 ruas tol usulan prakarsa dari badan usaha jalan tol yang dikaji.

“Sebanyak 39 usulan tol tersebut memang tengah dilalukan proses evaluasi, kelengkapan dokumen dan kelayakan," katanya.

Dari jumlah sebanyak itu, kelengkapan dokumen 13 ruas di antaranya tengah dievaluasi, pemrakarsa 17 ruas telah menyampaikan kelengkapan dokumen studi kelayakan dan prastudi kelayakan, dan 9 ruas tidak ada dokumen kelengkapan sehingga tidak dapat diteruskan.

Herry memaparkan bahwa jalan tol yang tidak diteruskan antara lain Karawang–Sadang, Kendal–Banyumanik, Gede Bage–Majalaya.

Adapun, jalan tol Citeureup–Bojong Gede–Legok, Gilimanuk–Tabanan, Bojong Gede–Dramaga–Caringin, Singosari–Batu, Malang–Kepanjen, dan Bawen–Yogyakarta masih dalam proses kelengkapan dokumen.

Sementara itu, terdapat jalan tol yang diusulkan oleh pemrakarsa yang tidak memiliki kemampuan keuangan sehingga tidak dapat diteruskan yakni Sukorejo–Batu–Kediri, Juanda–Gempol (jalan lingkar timur Sidoarjo), dan Gresik–Lamongan–Babat.

Pasalnya, syarat dari ruas prakarsa yakni layak ekonomi dan finansial, lalu terintegrasi secara jaringan tol yang ada, dan badan usaha jalan tol (BUJT) memiliki kemampuan keuangan.

Meskipun BUJT prakarsa mengikuti lelang, perusahaan itu harus lulus prakualifikasi terlebih dahulu karena syaratnya yakni kemampuan keuangan.

Saat ini, dari 17 usulan jalan tol prakarsa yang telah menyampaikan kelengkapan dokumen studi kelayakan dan prastudi kelayakan tersebut, 7 di antaranya tengah dievaluasi kelayakan ekonomi dan finansial, 4 ruas tahap persetujuan studi kelayakan, dan 6 ruas telah memperoleh izin prakarsa oleh Menteri PUPR. (Yanita Petriella)


Posted by: admin